|

Belinyu Sudah Bisa Akses Internet
Para pelanggan telepon PT Telkom di Kecamatan Belinyu saat ini boleh
berbangga dan berbesar hati sejak kehadirannya pada bulan Februari
2002 lalu telah membuat sarana komunikasi masyarakat Belinyu menjadi
semakin lancar. Tidak itu saja, sejak dua minggu lalu para pelanggan
Telkom Belinyu semakin dimanjakan dengan kehadiran fasilitas layanan
jaringan komunikasi baru yang dinamakan Telkomnet Instan.
Kehadiran ini membuat para netter Belinyu tidak perlu bersusah payah
pergi ke Warnet (warung internet) di Kota Sungailiat ataupun
Pangkalpinang bila ingin mengakses jaringan internet.
Berdasarkan pamlet Telkomnet Instan yang diperoleh di kantor Yantel
Belinyu diketahui bagi para pelanggan layanan ini akan mendapatkan
berbagai kemudahan dan cara berkomunikasi yang lebih mudah dan
ekonomis, sebab fasilitas ini lebih murah karena tidak dikenakan
biaya abonemen bulanan dan tarif Rp 150/menit (belum termasuk PPN
10%).
Disamping itu layanan ini lebih mudah karena tidak perlu mendaftar,
tagihan disatukan dalam tagihan rekening telepon dan kecepatan akses
ke internet hingga 56 KBps.
Novi Gunarto, warga Komplek YPN Kelurahan Kuto Panji Belinyu seorang
pengguna internet yang ditemui Grup Bangka Pos mengatakan bagi para
pelanggan yang ingin mengakses jaringan internet melalui layanan
Telkomnet Instan harus menyediakan line telepon, komputer minimal
prosesor DX-486 untuk yang ideal Pentium III, RAM 8 MBps, modem 56
KBps baik internal atau eksternal, software dial up minimal terdapat
dalam windows 95, software web browser internet eksplorer atau
netscape communicator, dan protokol TCP/IP dengan DNS.
"Fasilitas Telkomnet Instan ini sudah bisa digunakan sejak dua
minggu lalu dan baru diketahui kalangan terbatas saja. Memang sudah
ada beberapa teman datang ke sini meminta komputernya diinstal
supaya bisa mengakses internet," kata Novi yang juga menjabat
sebagai Ketua FKKT Kecamatan Belinyu.
Ditambahkannya, dengan kehadiran Telkom di Belinyu ini sebagai
pelanggan dia mengucapkan banyak terimakasih sehingga warga Belinyu
saat ini tidak terbelakang lagi dalam dunia telekomunikasi,
khususnya dunia maya internet.
Diharapkan lebih banyak lagi perusahaan ISP (Internet Servis
Provider) yang menyediakan jasa internet bagi pelanggan Belinyu,
sehingga lebih banyak alternatif penyediaan layanan yang lebih baik.
© bangkaposcom
Telepon Segera Kring di Belinyu
Jangka waktu triwulan I Tahun 2002 mulai Januari hingga Maret warga
Kecamatan Belinyu hampir dipastikan akan menikmati jasa pelayanan
saluran telepon ke rumah. Hal ini menyusul pengoperasian sentral PT
Telkom di Belinyu. Hal ini ditegaskan Sri Hardjendro, Pelaksana
Operasional Harian (POH) Ka UPP (Kepala Urusan Pelayanan Pelanggan)
PT Telkom Wilayah Bangka Belitung saat ditemui harian ini usai acara
Sosialisasi Penggunaan Jasa Telekomunikasi PT Telkom di Gedung Krida
Stannia Belinyu, Kamis (17/1).
Namun, menurut Harjendro, pihaknya tidak berani menjanjikan
kepastian jadwal beroperasi tersebut. Pihaknya, pernah
menginformasikan kepada masyarakat melalui Camat Belinyu bahwa
saluran telepon telah dapat dijual, Januari 2002. Namun kendala
teknis di lapangan, untuk pemasangan tower kadang dipengaruhi faktor
cuaca dan sebagainya. Sampai saat ini dari ketinggian 92 m tower
milik PT Telkom baru terpasang setinggi 70 m.
Hal ini disebabkan besarnya biaya investasi rata-rata untuk satu SST
sekitar Rp 11 juta (sekitar US$ 1.000/SST). “Apabila Rp 11 juta
dibagi 24 bulan berarti dalam satu bulan rata-rata pemasukan harus
masuk dari satu pelanggan sebesar Rp 450.000,” ujarnya.
Untuk sentral Belinyu ini kapasitas yang sudah tersedia sekitar 900
SST pada jaringan primer yang terpasang pada dua kabel. Namun
sekitar lima persen harus disisakan sebagai cadangan, termasuk
tambahan kemungkinan ada jaringan rusak.
Pada kotak Distribution Point biasanya terdapat 10 SST, dimana
maksimal hanya ada sembilan SST saja yang kita jual sedangkan
satunya lagi sebagai cadangan itupun bila semua jaringan baik,
“Karenanya, perlu dipilih pelanggan potensial mana yang lebih
didahulukan seperti para pengusaha, instansi pemerintah, dan sisanya
diserahkan ke masyarakat,” ujarnya.
Untuk pemasangan saluran instalasi ke rumah pelanggan akan
diserahkan kepada mitra PT Telkom di Belinyu. Di antaranya, CV
Sumber Rezki pimpinan Ris Suparman sebagai IKRG (Instalasi Kabel
Rumah dan Gedung) yang hanya diperbolehkan untuk mengambil biaya
maksimal untuk pelayanan jasa, termasuk material lainya di luar
pesawat telepon yaitu sebesar Rp 87.500/SST ditambahkan lagi tarif
resmi untuk calon pelanggan PT Telkom. Untuk rumah golongan kelas 4
maka dikenakan tarif pemasangan sebesar Rp 140.000/SST itu merupakan
tarif resmi dari PT Telkom.
© bangkaposcom
Pusat Perbelanjaan Puncak Ramaikan Kota Belinyu
Kehadiran Pusat Perbelajaan Puncak di Belinyu benar-benar mampu menghidupkan
dinamika Kota Belinyu. Sejak resmi dibuka Minggu (11/11) ‘Puncak’
selalu ramai dipenuhi pengunjung, baik dari warga Belinyu maupun
dari daerah lain.
Pantauan, harian ini tampak dinamika perekonomian Kota Belinyu yang semula
hanya terpusat di pasar tradisional dan itupun hanya berlangsung di
pagi hari, kini meluas dengan kehadiran ‘Puncak’ di Belinyu.
Masyarakat yang ingin berbelanja kini tidak terpaku lagi pada waktu
pagi dan siang hari, namun terbuka kesempatan sampai malam hari
dengan keberadaan ‘Puncak’ di kota kecamatan yang terkenal dengan
Benteng Kuto Panji-nya ini.
Selain itu, ‘Puncak’ bukan hanya menjadi tujuan pengujung untuk berbelanja.
Tapi juga untuk arena jalan-jalan bagi warga. “Puncak memang asyik,
selain harga barang-barangnya murah, kita juga dapat belanja sambil
jalan-jalan dan ‘cuci mata’. Tidak melulu belanja,” ujar Mita, salah
seorang pengujung.
Kehadiran ‘Puncak’ di Belinyu selain memberikan kemudahan berbelanja bagi
masyarakat untuk mendapatkan barang berkualitas dengan harga murah,
juga membuka peluang kerja bagi putra-putri Belinyu.
Sedikitnya saat ini, ‘Puncak’ telah dapat menampung sedikitnya 40
tenaga kerja asli warga Belinyu. Dan jumlah ini akan terus bertambah
di waktu-waktu mendatang.
“Untuk sementara ini kami melibatkan 70 orang tenaga kerja. 40 orang di
antaranya berasal dari Belinyu dan 30 orang lainya pinjaman
sementara dari Puncak Pangkalpinang. Nanti pelan-pelan tenaga dari
Pangkalpinang kami tarik kembali setelah tenaga di sini terlatih.
Sebagai penggantinya kami akan merekrut yang baru,” jelas Manager
Puncak Jhoni.
Disamping tenaga formal yang tergabung dalam manajemen ‘Puncak’, juga membuka
peluang kerja bagi tenaga informal lainnya, seperti tukang parkir
dan pedangan kaki lima. Sebelumnya, tidak ada tukang parkir di
Belinyu. Tapi semenjak ‘Puncak’ dibuka, beberapa pemuda membuka
parkir di jalan depan dan samping ‘Puncak’.
Secara terpisah pengelola Pusat Perbelajaan Puncak, Suryanto menyebutkan
bahwa ‘Puncak’ Belinyu merupakan cabang yang kedua setelah
Pangkalpinang. Direncanakan tahun depan akan berdiri cabang-cabang
Puncak di tempat lain, seperti di Sungailiat, Bangka dan
Tanjungpandan, Belitung.
Pusat perbelanjaan Pucak Belinyu berdiri di Jalan Mayor Safri Rachman,
tengah Kota Kecamatan Belinyu. Saat ini masih menggunakan dua
lantai. “Kalau nanti dua lantai ini sudah tidak cukup menampung
pengunjung, bangunan ini akan kami naikan lagi. Untuk sementara,
cukup dua lantai dulu,” ujar Suryanto.
Suryanto optimis Puncak Belinyu ini akan berkembang pesat dan pusat
perbelanjaan masyarakat Belinyu dan sekitarnya. Keyakinan Suryanto
ini karena ia mengaku sudah tahu betul karakter dan kebutuhan
masyarakat Belinyu.
Menyinggung jumlah investasi yang ditanamkan, Suryanto tidak mau
menyebut secara pasti. “Yang jelas bukan hanya sekadar terbatas pada
angka satu atau dua miliar rupiah saja,” kilahnya.
© bangkaposcom
|