Home
News
Gallery
Contact Us

Wednesday, 10 March 2010

 

 

Belinyu Sudah Bisa Akses Internet

Para pelanggan telepon PT Telkom di Kecamatan Belinyu saat ini boleh berbangga dan berbesar hati sejak kehadirannya pada bulan Februari 2002 lalu telah membuat sarana komunikasi masyarakat Belinyu menjadi semakin lancar. Tidak itu saja, sejak dua minggu lalu para pelanggan Telkom Belinyu semakin dimanjakan dengan kehadiran fasilitas layanan jaringan komunikasi baru yang dinamakan Telkomnet Instan.

Kehadiran ini membuat para netter Belinyu tidak perlu bersusah payah pergi ke Warnet (warung internet) di Kota Sungailiat ataupun Pangkalpinang bila ingin mengakses jaringan internet.

Berdasarkan pamlet Telkomnet Instan yang diperoleh di kantor Yantel Belinyu diketahui bagi para pelanggan layanan ini akan mendapatkan berbagai kemudahan dan cara berkomunikasi yang lebih mudah dan ekonomis, sebab fasilitas ini lebih murah karena tidak dikenakan biaya abonemen bulanan dan tarif Rp 150/menit (belum termasuk PPN 10%).

Disamping itu layanan ini lebih mudah karena tidak perlu mendaftar, tagihan disatukan dalam tagihan rekening telepon dan kecepatan akses ke internet hingga 56 KBps.

Novi Gunarto, warga Komplek YPN Kelurahan Kuto Panji Belinyu seorang pengguna internet yang ditemui Grup Bangka Pos mengatakan bagi para pelanggan yang ingin mengakses jaringan internet melalui layanan Telkomnet Instan harus menyediakan line telepon, komputer minimal prosesor DX-486 untuk yang ideal Pentium III, RAM 8 MBps, modem 56 KBps baik internal atau eksternal, software dial up minimal terdapat dalam windows 95, software web browser internet eksplorer atau netscape communicator, dan protokol TCP/IP dengan DNS.

"Fasilitas Telkomnet Instan ini sudah bisa digunakan sejak dua minggu lalu dan baru diketahui kalangan terbatas saja. Memang sudah ada beberapa teman datang ke sini meminta komputernya diinstal supaya bisa mengakses internet," kata Novi yang juga menjabat sebagai Ketua FKKT Kecamatan Belinyu.

Ditambahkannya, dengan kehadiran Telkom di Belinyu ini sebagai pelanggan dia mengucapkan banyak terimakasih sehingga warga Belinyu saat ini tidak terbelakang lagi dalam dunia telekomunikasi, khususnya dunia maya internet.

Diharapkan lebih banyak lagi perusahaan ISP (Internet Servis Provider) yang menyediakan jasa internet bagi pelanggan Belinyu, sehingga lebih banyak alternatif penyediaan layanan yang lebih baik.

© bangkaposcom

Telepon Segera Kring di Belinyu

Jangka waktu triwulan I Tahun 2002 mulai Januari hingga Maret warga Kecamatan Belinyu hampir dipastikan akan menikmati jasa pelayanan saluran telepon ke rumah. Hal ini menyusul pengoperasian sentral PT Telkom di Belinyu. Hal ini ditegaskan Sri Hardjendro, Pelaksana Operasional Harian (POH) Ka UPP (Kepala Urusan Pelayanan Pelanggan) PT Telkom Wilayah Bangka Belitung saat ditemui harian ini usai acara Sosialisasi Penggunaan Jasa Telekomunikasi PT Telkom di Gedung Krida Stannia Belinyu, Kamis (17/1).

Namun, menurut Harjendro, pihaknya tidak berani menjanjikan kepastian jadwal beroperasi tersebut. Pihaknya, pernah menginformasikan kepada masyarakat melalui Camat Belinyu bahwa saluran telepon telah dapat dijual, Januari 2002. Namun kendala teknis di lapangan, untuk pemasangan tower kadang dipengaruhi faktor cuaca dan sebagainya. Sampai saat ini dari ketinggian 92 m tower milik PT Telkom baru terpasang setinggi 70 m.

Hal ini disebabkan besarnya biaya investasi rata-rata untuk satu SST sekitar Rp 11 juta (sekitar US$ 1.000/SST). “Apabila Rp 11 juta dibagi 24 bulan berarti dalam satu bulan rata-rata pemasukan harus masuk dari satu pelanggan sebesar Rp 450.000,” ujarnya.

Untuk sentral Belinyu ini kapasitas yang sudah tersedia sekitar 900 SST pada jaringan primer yang terpasang pada dua kabel. Namun sekitar lima persen harus disisakan sebagai cadangan, termasuk tambahan kemungkinan ada jaringan rusak.

Pada kotak Distribution Point biasanya terdapat 10 SST, dimana maksimal hanya ada sembilan SST saja yang kita jual sedangkan satunya lagi sebagai cadangan itupun bila semua jaringan baik, “Karenanya, perlu dipilih pelanggan potensial mana yang lebih didahulukan seperti para pengusaha, instansi pemerintah, dan sisanya diserahkan ke masyarakat,” ujarnya.

Untuk pemasangan saluran instalasi ke rumah pelanggan akan diserahkan kepada mitra PT Telkom di Belinyu. Di antaranya, CV Sumber Rezki pimpinan Ris Suparman sebagai IKRG (Instalasi Kabel Rumah dan Gedung) yang hanya diperbolehkan untuk mengambil biaya maksimal untuk pelayanan jasa, termasuk material lainya di luar pesawat telepon yaitu sebesar Rp 87.500/SST ditambahkan lagi tarif resmi untuk calon pelanggan PT Telkom. Untuk rumah golongan kelas 4 maka dikenakan tarif pemasangan sebesar Rp 140.000/SST itu merupakan tarif resmi dari PT Telkom.

© bangkaposcom

Pusat Perbelanjaan Puncak Ramaikan Kota Belinyu

Kehadiran Pusat Perbelajaan Puncak di Belinyu benar-benar mampu menghidupkan dinamika Kota Belinyu. Sejak resmi dibuka Minggu (11/11) ‘Puncak’ selalu ramai dipenuhi pengunjung, baik dari warga Belinyu maupun dari daerah lain.

Pantauan, harian ini tampak dinamika perekonomian Kota Belinyu yang semula hanya terpusat di pasar tradisional dan itupun hanya berlangsung di pagi hari, kini meluas dengan kehadiran ‘Puncak’ di Belinyu.

Masyarakat yang ingin berbelanja kini tidak terpaku lagi pada waktu pagi dan siang hari, namun terbuka kesempatan sampai malam hari dengan keberadaan ‘Puncak’ di kota kecamatan yang terkenal dengan Benteng Kuto Panji-nya ini.

Selain itu, ‘Puncak’ bukan hanya menjadi tujuan pengujung untuk berbelanja. Tapi juga untuk arena jalan-jalan bagi warga. “Puncak memang asyik, selain harga barang-barangnya murah, kita juga dapat belanja sambil jalan-jalan dan ‘cuci mata’. Tidak melulu belanja,” ujar Mita, salah seorang pengujung.

Kehadiran ‘Puncak’ di Belinyu selain memberikan kemudahan berbelanja bagi masyarakat untuk mendapatkan barang berkualitas dengan harga murah, juga membuka peluang kerja bagi putra-putri Belinyu.

Sedikitnya saat ini, ‘Puncak’ telah dapat menampung sedikitnya 40 tenaga kerja asli warga Belinyu. Dan jumlah ini akan terus bertambah di waktu-waktu mendatang.

“Untuk sementara ini kami melibatkan 70 orang tenaga kerja. 40 orang di antaranya berasal dari Belinyu dan 30 orang lainya pinjaman sementara dari Puncak Pangkalpinang. Nanti pelan-pelan tenaga dari Pangkalpinang kami tarik kembali setelah tenaga di sini terlatih. Sebagai penggantinya kami akan merekrut yang baru,” jelas Manager Puncak Jhoni.

Disamping tenaga formal yang tergabung dalam manajemen ‘Puncak’, juga membuka peluang kerja bagi tenaga informal lainnya, seperti tukang parkir dan pedangan kaki lima. Sebelumnya, tidak ada tukang parkir di Belinyu. Tapi semenjak ‘Puncak’ dibuka, beberapa pemuda membuka parkir di jalan depan dan samping ‘Puncak’.

Secara terpisah pengelola Pusat Perbelajaan Puncak, Suryanto menyebutkan bahwa ‘Puncak’ Belinyu merupakan cabang yang kedua setelah Pangkalpinang. Direncanakan tahun depan akan berdiri cabang-cabang Puncak di tempat lain, seperti di Sungailiat, Bangka dan Tanjungpandan, Belitung.

Pusat perbelanjaan Pucak Belinyu berdiri di Jalan Mayor Safri Rachman, tengah Kota Kecamatan Belinyu. Saat ini masih menggunakan dua lantai. “Kalau nanti dua lantai ini sudah tidak cukup menampung pengunjung, bangunan ini akan kami naikan lagi. Untuk sementara, cukup dua lantai dulu,” ujar Suryanto.

Suryanto optimis Puncak Belinyu ini akan berkembang pesat dan pusat perbelanjaan masyarakat Belinyu dan sekitarnya. Keyakinan Suryanto ini karena ia mengaku sudah tahu betul karakter dan kebutuhan masyarakat Belinyu.

Menyinggung jumlah investasi yang ditanamkan, Suryanto tidak mau menyebut secara pasti. “Yang jelas bukan hanya sekadar terbatas pada angka satu atau dua miliar rupiah saja,” kilahnya.

© bangkaposcom